SERANG – Polda Banten melakukan pengaturan dan pengawalan pemulangan suporter Persija Jakarta dan Persita Tangerang setelah pertandingan sepak bola di Banten International Stadium (BIS), Sabtu (17/10/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gesekan dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria mengatakan, skema awal pemulangan suporter direncanakan dengan mendahulukan pendukung Persita Tangerang. Namun, setelah adanya permintaan dari suporter Persija Jakarta untuk keluar lebih dahulu, kepolisian menyesuaikan urutan pemulangan.
“Karena adanya permintaan dari suporter Persija yang ingin keluar terlebih dahulu, kepolisian memutuskan untuk mengeluarkan suporter Persija lebih dulu, kemudian dilanjutkan dengan suporter Persita,” ujar Yudha.
Setelah keluar dari stadion, suporter Persija Jakarta mendapatkan pengawalan petugas hingga pintu tol. Berdasarkan pemantauan kepolisian, terdapat sekitar 30 bus yang mengangkut suporter tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut.
Yudha mengimbau seluruh suporter Persija maupun Persita agar tetap menjaga ketertiban dan mengedepankan sportivitas dalam mendukung tim kebanggaan masing-masing.
“Ya, kami mengimbau khususnya kepada seluruh suporter, baik dari Persija maupun dari Persita, untuk bisa menjaga situasi tetap kondusif. Fanatisme jangan sampai berlebihan. Jangan sampai sepak bola yang seharusnya menjadi ajang sportivitas dan hiburan justru menjadi ajang perkelahian yang mengganggu situasi keamanan dan aktivitas masyarakat lainnya,” katanya.
Sementara itu, kepolisian masih mengatur proses pemulangan para pemain kedua tim. Yudha menjelaskan, para pemain Persija masih berada di dalam stadion. Pemulangan pemain Persija maupun Persita akan dilakukan setelah situasi di luar stadion dinyatakan kondusif, dengan pengawalan petugas.
Menurut dia, para pemain direncanakan menggunakan bus seperti saat kedatangan. Meski demikian, kepolisian tetap mempertimbangkan penggunaan kendaraan taktis apabila kondisi di lapangan dinilai tidak memungkinkan.
“Pemain masih direncanakan menggunakan bus sebagaimana saat kedatangan. Namun, opsi penggunaan kendaraan taktis tetap dipertimbangkan apabila situasi dinilai tidak memungkinkan,” jelasnya.
Di sisi lain, kepolisian juga menerima laporan mengenai sejumlah suporter yang mengalami luka-luka. Yudha menyebut jumlah korban dan identitas suporter yang terdampak masih dalam pendalaman.
“Prioritas utama saat ini adalah memastikan para korban mendapatkan penanganan medis dengan membawa mereka ke rumah sakit terlebih dahulu,” tutupnya.
Polda Banten terus melakukan pengamanan dan pengaturan di sekitar stadion guna mendukung proses pemulangan suporter serta menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan kondusif.



