Pemungutan suara Pilkada 2024 telah diselenggarakan secara serentak di 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota pada Rabu (27/11).
Sebanyak 203.657.354 pemilih terdaftar dalam daftar pemilih tetap. Mereka akan menggunakan hak pilihnya di 435.296 TPS yang tersebar di seluruh Indonesia
Tercatat hanya 68 persen warga indonesia yang menggunakan hak pilihnya dalam pilkada serentak 2024 ini.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Serentak 2024 menurun dari beberapa penyelenggaraan sebelumnya.
Ketua KPU Mochamad Afifuddin membandingkannya dengan tingkat partisipasi pemilih di Pilpres dan Pileg 2024. Menurutnya, nuansa dan kemeriahan pilpres dan pilkada berbeda meskipun digelar di tahun yang sama.
“Dalam catatan kami 68 persen se-Indonesia. Jadi rata-rata nasionalnya sekitar 68 persen,” kata Afif dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/12).
Dibanten sendiri Ketua KPU provinsi Banten Mohamad Ihsan mengklaim partisipasi pilkada banten 2024 sebesar 66,05 persen, mengalami kenaikan dibandingkan pilkada 2017 sebelumnya yang hanya 62,02 persen.
“Partisipasi kita meningkat dibandingkan Pilkada 2017. Alhamdulillah, ini sesuai target awal,” ujar Ketua KPU Banten Mohamad Ihsan, Sabtu (7/12/2024).
Namun pilkada di banten juga dilaksanakan pada 2020 di empat kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Pandeglang, Kota Tangerang Selatan, Kota Cilegon dan Kabupaten Serang.
Dikutip dari berbagai sumber tim Ukara.id merekap hasil partisipasi pilkada 2024 – 2020 dan mendapati hasil berikut.
kab pandeglang 68 persen pada pilkada 2024 dan turun sekitar 1 persen dari pilkada 2020 sebanyak 69 persen,
Kota Tangerang Selatan 57,1 persen pada pilkada 2024 turun sekitar 3,18 persen dari pilkada 2020 sebesar 60,28 persen,
Kota Cilegon 76,87 pada pilkada 2024 meningkat sekitar 0,50 persen dari pilkada 2020 sebesar 76,37 persen,
Kabupaten Serang 73,6 persen pada pilkada 2024 naik dari 9,6 persen dari pilkada 2020 sebesar 64 persen.





